Peramal

Di masa lalu hiduplah seorang peramal yang sangat terkenal karena kepandaiannya membaca nasib orang. Dia mempunyai banyak pengikut dan penggemar. Muridnya pun banyak.

Suatu ketika ia memamerkan keahlian ilmu meramalnya di hadapan para pengikut dan para muridnya. Ia kumpulkan murid-muridnya. Ia menunjukkan kehebatan ilmu meramal yang dikuasainya.

Setelah meramal nasib beberapa orang yang hadir, seorang pengikutnya mengatakan, “Guru, bisakah Anda meramalkan nasib Anda sendiri?”.

Ternyata, guru itu belum pernah meramal nasibnya sendiri. Karena merasa tertantang, maka dengan ilmunya, ia meramalkan nasibnya sendiri dihadapan para pengikut dan para muridnya.

Sungguh mengejutkan, hasil dari ramalan itu ternyata menunjukkan bahwa ia akan meninggal hari itu juga, setelah matahari tebenam. Para pengikut dan muridnya gempar. Ia pun sangat bersedih, tetapi segera ia bisa menerima hal itu. Ia segera mengutus para murid untuk mempersiapkan upacara kematian dirinya malam itu.

Sore harinya, ia menunggu-nunggu saat kematiannya. Sampai malam hari, tidak terjadi apa-apa. Orang-orang sudah berkumpul untuk menunggui saat-saat terakhirnya. Guru itu mulai diliputi kebingungan. Ia mulai berpikir, “apakah ilmu meramalku meleset?”

Tepat tengah malam, guru itu diliputi perasaan malu, karena ilmu meramalnya yang selama ini di banggakan ternyata meleset. Dengan rasa malu ia membenturkan kepalanya di dinding dan meninggal dunia.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s